Renungan Harian

PERSEMBAHAN HIDUP

Satu-satunya pribadi yang layak untuk mendapatkan persembahan yang terbaik adalah Tuhan, Sang Pencipta kita. Persembahan adalah sesuatu yang dapat kita berikan kepada seorang pribadi sebagai tanda syukur dan rasa terima kasih kita akan segala perbuatan yang telah dilakukan pada kita. Ya, andaikan kita diundang untuk bertemu secara khusus dengan presiden Indonesia atau seorang idola yang sangat kita sukai, tentunya kita ingin untuk memberikan sesuatu atau persembahan itu bukan? Dan tentunya itu adalah sesuatu yang sangat berharga dan memiliki nilai yang tinggi. Agar orang yang kita berikan itupun menjadi senang dan merasa dihargai.

Seperti itu juga hubungan kita dengan Tuhan. Jika kita merasa Tuhan begitu berjasa dalam seluruh beluk kehidupan kita, tentunya kita patut mempersembahkan sesuatu. Tentunya yang terbaik. Dalam Roma 12-1-2, Tuhan menyatakan kepada kita bahwa Tuhan menginginkan agar kita mempersembahkan hidup kita seutuhnya. Hidup yang seperti apa?

->> Sebagai persembahan yang hidup.
Hidup. Hidup itu bernafas, bergerak, merasakan rasa sukacita dan dukacita, dll. Dan yang terpenting yang menunjukkan kita hidup adalah memiliki nyawa. Oleh karena itu, selagi kita memiliki nyawa lakukanlah yang terbaik untuk Tuhan. Karena pada masa kehidupan yang kita punya inilah kita dapat memuliakan namaNya dan menjadi berkat bagi orang lain. Jika kita sudah meninggal nanti? Siapa yang tahu?

->> Sebagai persembahan yang kudus.
Kudus. Kudus itu berarti tiada cela, tidak ada cacatnya. Mengapa kita harus mempersembahkan sesuatu yang kudus ini? Ya, tentu saja karena Tuhan itu kudus. Tuhan menginginkan segala hal yang sempurna. Dan bagaimanakah kita dapat mempersembahkan sesuatu yang sempurna di hadapanNya? Oleh karena penebusanNya di kayu salib-lah yang membuat kita dapat mempersembahkan sesuatu yang murni. Meskipun kita berdosa, tetapi oleh karena pengampunanNya-lah kita bisa diberikan kekuatan untuk melakukan Firman Tuhan dengan hati yang tulus.

->> Sebagai persembahan yang berkenan.
Berkenan. Berkenan berarti menyenangkan Tuhan. Layak dihadapan Tuhan. Yang menyenangkan Tuhan itu seperti apa?
Misalnya kalau kita memiliki teman yang begitu kita sayangi / spesial di mata kita, lalu kita ingin selalu menyenangkan hatinya, tentunya kita harus mengenal ia terlebih dahulu. Mencari tahu kesukaannya tuh apa? Apa hobinya? Apa sih makanan dan minuman favoritnya? Kapan biasanya dia pergi tidur? Dan masih banyak hal lainnya.
Seperti itulah kita berupaya untuk menyenangkan hati Tuhan, seperti ada pepatah juga "tak kenal maka tak sayang", kita perlu mengenal yang Tuhan. Apa yang disukaiNya dan tidak disukaiNya. Melalui Kitab Sucilah kita dapat mengetahuinya serta pengalaman hidup bersama Tuhan.

Setelah memahami ini kita harus mempraktekkannya. Dengan menggunakan hati dan akal budi kita. Supaya dalam mejalani hari, kita bukan hanya dapat benar-benar merasakan penyertaan Tuhan, bukan hanya dapat membedakan mana yang baik mana yang jahat di pandangan Tuhan, tetapi bisa menganggap 1 hari yang Tuhan berikan dan telah kita lalui itu tidak hanya biasa-biasa saja melainkan luar biasa! Hari spesial bersama Tuhan.

Roma 12:1-2 –PERSEMBAHAN YANG BENAR-
" Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

~God Bless~

Kiriman dari Lucy - B2B Team