Renungan Harian

SENTUHAN KASIH ( MATIUS 5: 38-48 )


Yesus berkata : ” Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat ” ( Lukas 23 : 34 )

Ada suatu cerita, suatu kali Kapak, Gergaji, Palu dan Api sedang berjalan bersama. Namun di tengah jalan mereka tiba-tiba berhenti. Sebuah bongkahan baja yang sangat besar tampak tergeletak menghalangi jalan mereka. Melihat itu, Kapak pun maju dan segera mengayunkan mata kapaknya ke arah baja tersebut. Tapi,  setelah beberapa kali tebas, justru Kapak itu makin tumpul dan akhirnya mundur. Giliran Gergaji mencoba. Beberapa kali berusaha memotong, gigi-gigi gergaji itu mulai patah. ” Biar aku saja” sahut Palu. Dengan sekuat tenaga, Palu berusaha menghancurkan baja itu. Tapi, ternyata saking kuatnya, justru Palu itu yang terpental. Kini, tiba giliran Api. Dengan tenang, Api malah memeluk baja itu dan membelainya dengan nyala panasnya. Lambat laun, baja itu pun lumer dan meleleh.

Mengasihi orang yang membenci kita, bahkan yang memusuhi kita adalah salah satu ajaran Kristus yang mungkin paling aneh di mata dunia. Berbagai perang dan pertikaian selalu terjadi sajak ribuan tahun silam. Banyak korban pun berjatuhan. Balas membalas terus terjadi. Tetapi, Yesus mengajarkan dan menunjukkan sendiri keteladanannya ketika Ia justru mendoakan dan mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya. Alih-alih membela diri-Nya yang dianiaya, Ia malah berdoa untuk mereka. Satu tindakan yang kemudian juga di contoh oleh Stefanus sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul  7: 60.

Ajaran ’mata ganti mata’ yang di singgung Yesus sebenarnya di maksudkan agar tercipta keadilan. Agar jangan sampai mata di ganti kepala, atau satu kepala di gantikan seratus kepala. Namun, ternyata Yesus memerintahkan kita melakukan lebih daripada itu. Yesus bukannya menentang keadilan karena Ia sendiri akan datang sebagai hakim yang menghakimi umat manusia di penghakiman-Nya. Tapi, Ia menambahkan bahwa kasih haruslah lebih besar dari kebencian, rasa tidak terima, dan tuntutan keadilan. Kasihlah yang harus lebih kita utamakan dalam berhubungan dengan sesama. Resep yang pastinya sangat manjur. Seperti ilustrasi diatas, dalam menghadapi konflik, pilihan untuk memberikan sentuhan kasih adalah langkah yang bijak ketimbang cara konfrontasi.

Tuhan memberkati

Kiriman Angel